Senin, 03 Desember 2012

Terimakasih Sederhana

Sederhanamu itu yang membuatku nyaman. Sesederhana caramu menjalani hidup padahal kau bisa mengejar yang lebih hebat dari apa yang kau genggam saat ini. Sesederhana cita-citamu namun itu hebat dimataku. Sesederhana kau menyederhanakan semua kerumitan hidup ini. Kau dengan cerdik menciptakan nyamanmu ketika hidup tak berpihak padamu. 

Aku tak pernah tahu jalan seperti apa yang ada di depan sana. Hanya berjalan dan terus berjalan. Hingga akhirnya kau menemukanku dalam jalan yang seiring meskipun tak satu jalan. Kita toh tetap bisa bergandengan tangan, tuk saling menguatkan. Meski sesekali aku sempat inginkan tur berhenti, namun dirimu tak pernah melepaskan genggaman tanganmu. Kau selalu mengatakan padaku, ketika datang kebahagiaan kita hanya harus berbahagia, dan ketika datang sedih hanya sabar dan bersyukur atas kebahagiaan yang setidaknya pernah ada. 

Orang-orang seperti kita sudah menanggalkan mimpi pada dinding dinding masalalu. Masa depan bukan lagi kita, tapi anak-anak kita. Berjalan dan terus berjalan membawa anak-anak menuju masa depan mereka. Tak hirau penat, getir, lapar dan dahaga, apapu yg terjadi anak-anak harus sampai pada masa depan mereka.

Mensyukuri apa yang nyata jauh lebih indah daripada bermimpi yang tak nyata. Karena mimpi indah terkadang menghempaskan jiwa ketika kita terbangun darinya. Bersyukur atas kehadiranmu, berterimakasih atas kegigihanmu utk menjadi bagian hidupku, bersyukur atas genggam erat tanganmu yang tak pernah kau lepas disaat bahagia maupun saat saat sulitku, bersyukur atas keajaiban kasihsayang ini. Syukurku mengejawantah dalam dirimu. Dirimu tetaplah anugerah buatku apapun yang terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar