Riak-riak kecil memecah pantai, selebihnya sejauh mata memandang adalah biru yang teduh, tenang menandakan kedalamannya. Angin sepoi bertiup mengusap gundah. Indahnya laut bak bercengkerama denganmu, memeluk segala resahku.
Semalaman bergelut dengan segala kekhawatiran, namun aku hanya bisa mendengar kabar yang datang silih berganti, doa dirapalkan ratusan kali. Dimana keberadaannya tak kuketahui. Aku bisa merasakan ada kemarahan yang menggelegak, ada kekecewaan memuncak, ada kesedihan yang dalam. Semua tercampur aduk menjadi satu mengejawantah dalam satu bentuk pembicaraan yang gagal. Aku tak mungkin membela salahsatu dari mereka, bagaimana bisa keduanya keluar dari rahim yang sama,rahimku. Aku harus bagaimana??.
"Tenangkan dirimu kakakku, aku pasti membantumu, besok aku cari dia" setetes embun dari kejauhan mengimbangi api yang menginginkan satu cara yang aku tak suka, membakar dengan panasnya berharap, semua menjadi murni lagi setelah terbakar, "tidak" kataku. "aku tak setuju kemarahan ini dilawan dengan kemarahan" "Tolong, sejukkan api, siram dengan airmu.." aku ingin semua ini diluruskan dengan nalar.
Aku terduduk lunglai, menyalahkan diriku, seharusnya aku ada disana malam ini. "kamu jangan menyalahkan dirimu begitu, pahamilah dia, dia masih muda, dia baru mencari bentuk jatidiri nya, seumuran mereka baru berada di puncak emosional, jadilah air yang menyejukkan mereka, jangan menyalahkan diri, tak ada gunanya untuk mereka. Besok dia pasti pulang, ini takkan lama, percaya aku.. Sekarang sudah hampir pagi, tubuhmu perlu istirahat untuk meneruskan pencarianmu esok hari, tidurlah."
Angin pagi bertiup, mentari pagi menyapaku ketika satu kabar datang, "Biarkan dia menyusulmu untuk menenangkan diri, besok malam dia sampai." Satu kelegaan membuncah. "Terimakasih." Saat ini hanya itu yang mampu aku balaskan utk kebaikan-kebaikan kalian disana. Apapun, bagaimanapun cara kalian mendidik dua tunas mudaku, setuju tidak setuju, sejalan tidak sejalan, semua itu adalah bentuk kasih sayang kalian pada mereka. Tanganku tak cukup panjang untuk merengkuh dan memeluk mereka, Terimakasih selalu menjagakan mereka, semoga mereka menjadi seperti yang kita semua harapkan, "Migunani tumraping liyan"
(*tya, jalu, cepet baikan lagi ya nak... *te rien, om bhe, pak wan, terimakasih telah menjaga dan memeluk mereka dgn kasihsayang kalian, *rey thanks udah nenangin aku malam itu..)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar