Mengungkap rindumu yang membuncah tertahan, tak mampu kau tutupi dengan kegagahanmu. Ada sisi kekanakan dan manja ketika rasa itu datang, menguapkan semua kewibawaan. Tawa canda berderai setiapkali aku ada disisimu. Aku, yang kau cari. Aku yang kau kejar dengan sejuta harap cemasmu. Aku yang tak kunjung menghiraukanmu. Aku yang berdiri dengan segenap keangkuhanku. Selalu saja, aku berusaha pergi darimu, namun entah kenapa hatimu selalu bertahan menujuku. Hingga sampailah aku pada satu titik dimana tak bisa lagi mengelakkanmu. Dan aku tak lagi menemukan alasan untuk tidak membagi bahagia denganmu.
Dalam rajutan hari demi hari, setiap alur benang kehidupan terjalin melembarkan satu kisah. Suka duka tak pernah tersimpan dalam kebisuan. Kau selalu menyediakan bahumu untukku bersandar dikala letih dan pedih, begitupun sebaliknya, manakala dirimu terjatuh dan terpuruk, selalu ada tanganku terulur dan dekapku yang menenangkanmu.
Mungkin orang mengatakan aku manusia gila, karena menghidupkan sosokmu yang tak nyata dalam anganku. Seakan-akan kau benar-benar ada dan menjadi belahan jiwaku. Mungkin jiwaku memang sudah terbelah, sebelah didunia nyata, dan sebelah lagi kau bawa. Entah, akupun tak pernah tahu sampai kapan cerita ini kan berakhir. Berakhir dan menjadi nyata atau berakhir menguap bersama angan yang terbuang, aku tak peduli.
Pada akhirnya bahagia juga hanya ada didalam angan. Biarkan malam ini aku bersamamu dalam anganku, membagi kisahku tanpa jeda, titik taupun koma. Sepanjang malam ini. Karena fajar nanti aku harus membangunkan diriku ke alam nyata untuk bersiap berlaga, tanpa canda tawa. Biarkan esok menjadi milik esok. Nikmati malam ini dalam bahagia kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar